Katanya AI Bakal Ambil Alih Pekerjaan, Kok Beban Kerjaku Malah Makin Numpuk Ya?
Katanya AI atau Kecerdasan Buatan Bakal Ambil Alih Pekerjaan, Kok Beban Kerjaku Malah Makin Numpuk Ya? Pernah nggak, pas lagi scrolling TikTok atau linimasa X (Twitter) malam-malam sebelum tidur, lewat sebuah video edukasi atau thread yang bahas kecanggihan AI terbaru ? Mulai dari asisten virtual yang bisa bikin laporan keuangan, bikin draf email formal dalam tiga detik, sampai generator gambar yang bisa sulap teks jadi desain poster sekeren agensi ternama. Sebagai pekerja nine-to-five yang tiap hari duduk manis di kedai kopi kekinian, reaksi kita biasanya ada di antara dua kutub: takjub atau ketar-ketir. "Wah, canggih banget. Besok-besok profesi gue digantiin bot nih!" batin kita sambil nyeruput iced americano yang tinggal es nya doang. Tapi, mari kita bedah realita di lapangan. Apakah benar teknologi kecerdasan buatan ini bikin hidup anak kantor jadi lebih santai, atau malah... plot twist-nya bikin kerjaan kita makin numpuk? Ekspektasi: "Tekan Tombol Keyboard,...