Minggu, 29 April 2012

Makhluk sosial bukan makhluk pengguna jejaring sosial

Saya yakin diantara anda pasti ada yang pernah merasa jenuh terhadap jejaring sosial. Apapun brand nya tetap saja saat anda jenuh anda bingung dan bisanya langsung mengshare kejenuhan anda di jejaring tersebut semisal "BETEEEEEE", "BT tingkat dewa", "Mulai jenuh", "Membosankan", dls. Lantas saat anda merasa seperti itu apa yang akan anda lakukan?
Biasanya seseorang mengatasi kejenuhan dengan bermain, ngobrol bersama teman, nonton bareng teman, dls. Kejenuhan ini akan hilang saat kita benar-benar bertatap muka langsung dengan teman-teman kita, bukannya bertatap foto melalui sebuah "kotak-ajaib". Berdasarkan buku sosiologi terbitan manapun, intinya menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Nah dari situlah ada suatu keharusan manusia untuk berinteraksi satu sama lain di dunia nyata melalui komunikasi yang interaktif. Dari interaksi di dunia nyata kita akan merasakan ekspresi sebenarnya dari lawan bicara kita, bukan ekspresi bo'ong bo'ongan semisal ":D" untuk tertawa, ":)" untuk senyum ":@" untuk geram dls. Kenapa tidak bisa begitu? karena lama-lama dengan membiasakan memakai ekspresi seperti itu, cara interaksi akan menjadi kacau, bisa saja saya berekspresi marah namun memberikan simbol ":)" kepada orang lain yang mengajak chatting, begitupun sebaliknya.
Sudah sepantasnya anda jenuh karena semua komunikasi yang dilakukan dengan jejaring itu tidak seperti yang sebenarnya. Terkadang terdapat pula suatu kebohongan yang terkandung didalam komunikasi di dunia maya yang tidak kita ketahui. Berbeda dengan itu, dunia nyata memberi kita celah untuk melihat apakah seseorang berbohong dan tidak. Lama kelamaan orang-orang akan menjadi munafik karena menginginkan dipandang baik oleh semua orang. ada pula yang menjadi semakin narsis karena ingin dipuji orang, dls.
Jadi sudah seharusnya kita sebagai makhluk sosial untuk memperbanyak interaksi di dunia nyata daripada di dunia maya. jangan terlalu bergantung pada jejaring sosial. mulailah untuk bercakap-cakap bertatap muka demi kebaikan diri masing-masing.

Menulis saja

Sebenarnya apa yang akan saya tulis ini tidaklah terkonsep dengan benar, namun itu tidaklah menghambat kreatifitasku untuk menulis. Memang sebenarnya tulisan yang tidak direncanakan belum tentu bernilai baik. Namun nilai dari tulisan seperti ini adalah pembiasaan.
Sangat disayangkan apabila ada waktu yang terbuang untuk diam, ataupun berpikir berlama-lama. Namun dengan menulis terlebih dahulu, hal ini akan menstimulasi otak untuk berpikir kemudian. Memang pada awalnya tulisan tidak akan terlalu "bernilai" namun seiring perjalanan waktu, saat apa yang dahulu dituliskan dibaca ulang, pastilah ada suatu pemikiran lain yang timbul untuk memperbaiki nilai dari tulisan ini sehingga secara bertahap terdapat suatu perbaikan-perbaikan yang menjadikan tulisan yang awalnya asal-asalan menjadi tulisan yang berkualitas. Sehingga pembaca akhirnya merasa bahwa tulisan ini memang bermanfaat bagi mereka.

Senin, 13 Februari 2012

Memikirkan Langkah

Kemarin saat jalanan hujan dan bekasnya becek (gak ada ojek, cape deeh) saya berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumah.

Biasanya perjalanan dari setelah jalan raya menuju rumah melewati jalan setapak itu terasa cepat, bahkan tidak terasa ternyata sudah sampai di tujuan.

Namun berbeda dengan kemarin. Kemarin perjalanan dari tempat yang sama menuju tujuan yang sama pula terasa sangat lama. Dan setelah saya bandingkan ternyata penyebabnya ada pada langkah. Dahulu saat saya merasa lebih cepat dalam melangkah karena saya hanya terfokus pada tujuan bagaimana saya sampai di tujuan akhir saja. Namun kemarin fokus saya berubah selain sampai di tujuan saya juga memikirkan bagaimana agar setelah sampai tidak ada satu noda kotorpun yang menempel di celana akibat beceknya jalan tadi.

Kesimpulannya, suatu pekerjaan akan terasa menghabiskan waktu yang lama (seakan tidak akan selesai) saat anda selalu memikirkan dan memperhatikan setiap langkahnya. Dan dari hal itu anda akan dapatkan tujuan beserta harapan lain yang anda inginkan sehingga walaupun fokus anda terpecah tetapi keduanya dapat terlaksana sejalan.

Selasa, 01 November 2011

Cara merubah folder yang di hide protected oleh virus

Khusus untuk windows
Pertama anda klik start kemudian search cmd dan pijit enter, atau pergi ke start -> all program -> accesories -> commad prompt . Setelah masuk anda tinggal pergi ke removable device dan ketikkan misal 
f : (enter) kemudiak ketik lagi cd Aa (enter) dan ketik seperti dibawah.

attrib -R -H -S /s /d ***

Tunggu hingga selesai dan anda akan mendapatkan kembali folder yang di hide oleh virus tampilannya seperti ini, jika terjadi error maka periksalah kembali dan samakan perintahnya.








Jika semua perintah diatas dijalankan dengan benar maka anda akan melihat semua folder anda kembali seperti sediakala pada flashdisk :D